Menu

Pentingnya Mengasah Otak Serta Selalu Berpikiran Positif Bagi Alam Bawah Sadar


Pikiran bawah sadar atau alam bawah sadar merupakan pondasi bagi pikiran sadar atau alam sadar seseorang dimana alam bawah sadar ini dapat dikatakan sebagai rangkuman dari kesemua pemikiran.

Bila dikaitkan dengan pemikiran atau pikiran positif dengan alam bawah sadar, maka dapat disimpulkan sebuah kaidah dasar bahwa alam bawah sadar yang sehat akan memunculkan pikiran-pikiran positif seseorang, begitu juga sebaliknya pikiran-pikiran positif seseorang akan membentuk alam bawah sadar seseorang yang baik.

Oleh sebab itu, selain mengasah otak kanan dimana alam bawah sadar itu bersemayam, kebiasaan senantiasa berpikiran positif dapat membentuk alam bawah sadar yang ideal yang kesemuanya itu bermuara pada kejiwaan yang stabil.

Pentingnya Mengasah Otak Serta Selalu Berpikiran Positif Bagi Alam Bawah Sadar

Bila dideskripsikan antara alam bawah sadar dan alam sadar, maka dapat dibayangkan dengan sebuah gambar segitiga yang dibagi  dengan dua bagian.

Dimana dari puncak hingga 20 – 25 % ke bawah dari segitiga tersebut adalah alam sadar, sedangkan selebihnya dari garis tersebut hingga ke bawah sekitar 75 – 80 % adalah alam bawah sadar, dimana alam sadar tersebut mengatur pikiran sadar dan pikiran yang terkadang terlintas, sedangkan yang area segitiga lebih besar yaitu alam bawah sadar mengatur area di atasnya dan berbagai karakteristiknya, pribadi, serta hal-hal yang berkaitan dengan rasa dan cipta. 

Sangatlah sederhana bila kemudian kita mengaitkannya dengan pikiran positif. Sebagaimana tercatat dalam program Wyeth Parenting tentang pentingnya pikiran positif dalam edukasi, bahwa kita sebagai manusia selalu memiliki berbagai pikiran berkisar 50.000 jumlahnya di setiap harinya.

Dimana sebagian besar pikiran-pikiran tersebut berkorelasi dengan hal-hal yang negatif seperti “Saya tak becus”, “Saya pelupa” dan berbagai lainnya.

Kelak pada akhirnya berbagai pikiran dan sikap negatif inilah yang mendominasi dalam pembentukan alam bawah sadar, dimana ke depannya hal ini dapat merugikan diri kita sendiri.

Terkadang sebagian besar dari kita beranggapan (berpikir secara sadar) hingga terheran-heran mengapa kehidupan yang dijalani begitu sengsara dan menyulitkan, padahal perspektif, sikap, dan kehidupan seperti itu yang menciptakan adalah diri kita sendiri.

Menstimulan alam bawah sadar dengan melatih atau mengasah otak kanan kita memang dirasa perlu, akan tetapi ini bekerja bila programer utamanya adalah diri kita sendiri.

Di setiap detiknya kitalah yang menentukan apa yang akan kita lakukan atau kita pikirkan, akan tetapi pada akhirnya seringkali Sang Penyebab Utama yaitu Tuhan yang kerap dipersalahkan.

Agaknya langkah awal dalam menstimulan dan mengasah otak kanan itu sendiri berangkat dari niatan yang dilandasi dengan perspektif yang baik dan positif apapun cara menstimulannya.

Rasa bersyukur akan kenikmatan dari apa yang kita miliki (misalkan nafas) adalah yang terbaik dalam mendasari stimulan atas alam bawah sadar ini.

Setelah niatan awal nan luhur tersebut kita sematkan, mari mulai bertanyalah pada diri kita akan nikmat dan rasa syukur apakah yang telah kita lewatkan dalam kehidupan yang maha penting ini.

Leave a reply


Your email address will not be published. Required fields are marked *